Sisi Lain Kebahagiaan
“Kriingggg… Kriinggg” weker itu
berbunyi, menandakan pagi hari yang bahagia bagi Frans, karena pada hari itu ia
merayakan ulang tahunnya yang ke-14. Seperti biasanya, ia merayakan ulang
tahunnya tersebut hanya dengan kedua sahabatnya, Gerry dan Andy. Di sekolah, ia
tidak mau menerima ucapan selamat ulang tahun dari siapapun. Mereka hanya minta
ditraktir makan, pikirnya. Dengan angkuh dan congkak ia mendiamkan bahkan
menyeringai terhadap ucapan-ucapan tersebut. Kebahagiaan yang ia rasakan
menjadi sangat eksklusif untuknya, tidak ia bagi kepada banyak orang.
Tag ://Cerpen

